Showing posts with label Catatan Dari Kawan. Show all posts
Showing posts with label Catatan Dari Kawan. Show all posts

Friday, January 31, 2014

sebesar apa cintaku padamu? | waktu kelak akan memberitahu

sebesar apa cintaku padamu? | waktu kelak akan memberitahu

karena rasa ini belum pantas diucap | tidak selagi aku masih belum siap

karena satu ucapan bisa menodai hati | noktah maksiat yang menenggelamkan diri

aku terlanjur terjembab dalam lubang rasa | bicara atau diam itu sama-sama menyiksa

namun bila terucap bukan hanya menyiksa namun sisakan dosa | karena kita sama-sama belum siap dan memendam rasa bisa jadi nista

masa depanku dan masa depanmu siapa yang tahu? | namun terkadang kebodohan mengambil alih akal sehatku

kukira dengan mencurahkan rasa ini padamu akan menenangkan | padahal kutahu itu awal musibah yang berujung pada penyesalan

maka mungkin diam adalah jalan yang terbaik | atau kujadikan saja ia beberapa lirik?

bagaimanapun aku tak punya muka | bila harus memulai dengan maksiat

maka biarlah rasa ini masih terpendam tanpa diungkap | sampai waktunya aku mampu dan pantas untuk bercakap

seberapa besar cintaku padamu? | mungkin engkau takkan pernah tahu


*Felix Siauw

Tuesday, December 4, 2012

Amanah & Kejujuran



Amanah & Kejujuran merupakan dua kata dengan satu makna yaitu dipercayanya sesorang baik perkataan maupun perbuatan.

Sedemikian pentingnya Nilai Kejujuran sehingga ALLAHswt memberikan contoh pendidikan hidup melalui Nabi Muhammad saw.

Sejak kecil Rasulullah Muhammad saw telah dipelihara oleh ALLLAHswt untuk menjaga amanah&kejujuran sehingga beliau disebut AL-AMIEN orang yang terpercaya.

Lawan dari kejujuran adalah kedustaan, ALLAHswt memperingatkan didalam Al-Quran (33;70) untuk berkata benar, dan jauhilah dusta Al-Quran (22;30).
Bentuk lain dari dusta adalah tidak sesuainya antara perkataan dan perbuatan, ini dijelaskan dalam Al-Quran (61;2,3).

Betapa banyak cerita tentang dampak negatif dari kedustaan.
Diantaranya diceritakan seorang anak penggembala kambing, ditengah menggembalakan kambingnya dia berteriak-teriak “harimau...harimau”, sehingga pendudukpun keluar untuk menolong, ternyata sipengembala hanya tertawa-tawa melihat kejadian tersebut, ia hanya berpura-pura, harimau sesungguhnya tidak ada. Ketika terjadi hal yang sesungguhnya penduduk tidak percaya lagi dan sipenggembala menerima akibat yang sangat merugikannya.

Ternyata dilingkungan masyarakat dan bangsa kita “Amanah & Kejujuran” bukan hanya menjadi hal yang tidak utama, tetapi merupakan hal yang tidak mendapat perhatian dan diabaikan. Perasaan bersalah apabila berdusta sangat tipis dengan mudahnya berkata dusta, dan dianggap hal yang biasa-biasa saja, malah dianggap sebagai suatu keahlian.

Kehidupan masyarakat dan bangsa kita penuh dengan “Kebohongan, Kedustaan dan Kepalsuan”, pokoknya cari keuntungan dan keselamatan diri sendiri.
Korupsi, memutarbalikan fakta, pelanggaran aturan, penegakan hukum yang sangat diragukan, semuanya ditentukan oleh uang, kekuasaan dan kepentingan pribadi.
Ini terjadi disemua lapisan masyarakat, baik itu lingkungan beragama, berpendidikan, para pejabat, rakyat jelata, pemimpin-pemimpin bangsa, kaya ataupun miskin, para intelektual, para penegak hukum.
Dari tukang minta-minta yang menggunakan bayi sewaan untuk menggugah belas kasih sampai dengan penipuan-penipuan per-bankan yang halus dan kasar, agar anak mendapat rangking  disekolah sampai pada jual beli jabatan halus ataupun kasar dan terselubung, termasuk juga bargaining posisition untuk memuluskan kekuasaan.

Menipisnya amanah & kejujuran, menipisnya pula rasa malu.
Tidak malu lagi korupsi, menipu, dan KKN, pokoknya duit ataupun jabatan.
Tidak malu lagi memamerkan duit korupsi, baik itu anak, cucu, cicit, kakek-nenek buyut, malah bangga atas hasil ketidak amanahan dan ketidak kejujuran tersebut.

Demikian juga lingkungan yang menerima limpahan hasil korupsi, senang, bangga dan memuji-muji para koruptor,penipu, pembohong yang baik hati itu.

Sungguh, seakan tidak ada lagi ruang untuk amanah & kejujuran.
Penekanan pendidikan dari tingkat pra sekolah sampai tingkat universitas tidak lagi menekankan sangat pentingnya pentingnya amanah & kejujuran.
Amanah & Kejujuran tidak lagi merupakan hal yang sangat utama tetapi menjadi hal sangat langka yang seakan merupakan suatu kebodohan.

Hal inilah yang terjadi pada bangsa ini, semula berjalan dengan perlahan, tanpa disadari berkembang dengan cepat, akhirnya menjadi darah dan daging , dan tanpa disadari bayi-bayi yang dikandung ibunyapun telah diajarkan ketidak Amanahan dan ketidak Jujuran.

Hampir dapat dipastikan apabila masyarakat bangsa ini tidak mampu berubah sikap, akan hanya tinggal sejarah, dan contoh sejarah yang buruk bagi bangsa-bangas lain.

Mahal sungguh nilai amanah  & kejujuran, mudah-mudahan pendidikan kejujuran dapat menjadi prioritas utama bangsa ini.

Pengecualian tidak usah diperdebatkan karena umumnya pengecualian merupakan usaha untuk membenarkan diri sendiri.   


 *Ir. Abdul Hafiz Lintang




Wednesday, May 9, 2012

Masa Kecil vs Masa Dewasa



Ketika kecil, ku berharap utk bisa menjadi dewasa dalam sekejap., karena aku berpikir..dgn menjadi dewasa aku bisa melakukan apa saja dan pergi kemana saja tanpa di larang oleh orang tua. Aku pikir, dgn menjadi dewasa, aku bisa mendapatkan segala nya yang tidak aku dapatkan di masa kanak2 ku.

Ingatlah Jasa Gurumu


Makan diwarung pinggir jalan ternyata banyak manfaatnya juga...selain kenyang dan murah...gw jadi bisa dapat pencerahan wakakaka... kemarin gw makan bareng anak-anak (ABABIL) ABG labil. yang sambil makan cuap-cuap tentang salah satu gurunya yang meninggal entah karena apa.lucu siiih dengernya...kadang mereka bilang "kasian ya...bla..bla..."...sebentar bilang "tapi, w sih ga demen tuh...dia bla..bla...bla..." terus ada yang dengan bijaknya bilang "eeeeh....udah ah...udah meninggal juga" setelah dia ikut ngina-ngina tuh guru sebelumnya.